Apakah Nusanet Mengizinkan Bridge Mode?

Bridge mode adalah konfigurasi jaringan di mana perangkat router/modem dari ISP hanya berfungsi sebagai penghubung (bridge), sementara seluruh pengaturan jaringan seperti IP, NAT, firewall, dan routing dikelola oleh router milik Nusanet atau Juga Bisa Pelanggan

Kebijakan Bridge Mode di Nusanet

Secara umum, Nusanet memungkinkan penggunaan bridge mode, dengan ketentuan tertentu dan biasanya berdasarkan kebutuhan teknis pelanggan. Konfigurasi ini tidak selalu diaktifkan secara default dan perlu disesuaikan dengan layanan serta topologi jaringan yang digunakan.

Pada praktiknya, bridge mode biasanya diizinkan untuk pelanggan bisnis atau pelanggan dengan kebutuhan khusus, seperti:

  • Menggunakan router sendiri (Mikrotik, Fortigate, Ubiquiti, dll)
  • Membutuhkan kontrol penuh jaringan
  • Implementasi VPN, server internal, atau firewall khusus
  • Menghindari masalah double NAT

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum mengajukan bridge mode ke Nusanet, pelanggan perlu memahami beberapa poin berikut:

  1. Permintaan bersifat by request
    Bridge mode umumnya diaktifkan atas permintaan pelanggan melalui tim support atau account manager.
  2. Tanggung jawab jaringan berpindah ke pelanggan
    Setelah bridge mode aktif:
  • Router Nusanet tidak lagi mengatur IP, DHCP, atau firewall
  • Seluruh konfigurasi jaringan menjadi tanggung jawab router pelanggan
  1. Dukungan teknis terbatas pada link internet
    Tim Nusanet biasanya hanya melakukan support sampai koneksi internet (link up/down), bukan konfigurasi router pelanggan.
  2. Tidak semua perangkat mendukung
    Tergantung jenis layanan (FTTH, Metro-E, Dedicated, dll) dan perangkat yang digunakan, opsi bridge mode bisa berbeda.

Kapan Bridge Mode Direkomendasikan?

Bridge mode cocok digunakan jika:

  • Pelanggan memiliki tim IT sendiri
  • Membutuhkan konfigurasi jaringan lanjutan
  • Menggunakan firewall atau router enterprise
  • Menjalankan layanan server atau VPN yang sensitif terhadap NAT

Sebaliknya, untuk pengguna rumahan atau basic user, mode router standar biasanya lebih disarankan karena lebih stabil dan mudah dikelola.

Kesimpulan

Nusanet pada prinsipnya mengizinkan bridge mode, namun:

  • Tidak otomatis aktif
  • Perlu permintaan resmi
  • Disesuaikan dengan jenis layanan dan kesiapan teknis pelanggan

Untuk memastikan, pelanggan disarankan berkoordinasi langsung dengan tim teknis atau account manager Nusanet agar konfigurasi sesuai kebutuhan dan tetap memenuhi standar layanan.