Bridge mode adalah mode pada perangkat jaringan (biasanya router atau modem) yang membuat perangkat tersebut berfungsi sebagai jembatan (bridge) saja, bukan sebagai pengatur jaringan.

Bahasa sederhananya:
👉 router/modem “menyerahkan” tugas pengaturan jaringan ke perangkat lain.

Penjelasan gampangnya

Dalam kondisi normal, router biasanya:

  • Membagi IP (DHCP)
  • Melakukan NAT
  • Firewall aktif
  • Mengatur Wi-Fi

Kalau bridge mode aktif:

  • ❌ NAT dimatikan
  • ❌ DHCP dimatikan
  • ❌ Firewall router dimatikan
  • âś… IP publik langsung diteruskan ke router/perangkat di belakangnya

Jadi modem/router itu cuma jadi penghubung antara ISP dan router utama.

Contoh kasus

  • ISP kasih modem/router bawaan
  • Kamu pakai router sendiri (Mikrotik, Asus, Ubiquiti, dll)
  • Supaya tidak double NAT, modem ISP diset bridge mode
  • Router milikmu yang mengatur:
  • IP
  • Firewall
  • VLAN
  • QoS
  • Wi-Fi

Kapan bridge mode dibutuhkan?

âś” Pakai router sendiri yang lebih canggih
âś” Mau hindari double NAT
âś” Konfigurasi jaringan lebih fleksibel
âś” Untuk server, VPN, atau port forwarding yang stabil

Kekurangan bridge mode

âš  Wi-Fi modem biasanya mati
âš  Konfigurasi harus lewat router lain
⚠ Salah setting → internet bisa tidak jalan

Analogi sederhana

  • Router normal = satpam + manajer

    Bridge mode = cuma pintu gerbang, satpamnya dipindah ke dalam