Tips Membeli Router Wireless

September 28, 2017
Timmie Maria

Beberapa dari kita pernah mengalami keadaan dimana harus gonta-ganti router dengan berbagai alasan. Terus pas mau beli router yang baru justru bimbang, dan takut kalau tau-tau harus ganti lagi. Menentukan router yang tepat ini memang tak harus se-selektif seperti menentukan pasangan hidup, tapi tetap harus teliti dan yang paling penting kita memahami kebutuhan kita. Kami memberikan beberapa tips untuk menentukan router wireless mana yang paling tepat untuk dibeli, semoga bisa menjadi referensi.

  1. Fitur yang di butuhkan
    Pada dasarnya semua pabrikan router wireless menanamkan firmware/software masing-masing dengan fitur yang berbeda-beda. Pastikan fitur apa yang kita butuhkan dan/atau yang mungkin kita butuhkan di kemudian hari ada pada router yang akan kita beli. Sebagai contoh apabila kita membutuhkan router yang dapat me-manage pembagian bandwidth, memblokir beberapa web, dapat di gunakan sebagai VPN server, mendukung penjadwalan dan otomatisasi, firewall yang lengkap, fungsi routing yang lengkap, hotspot portal landing page dan dapat di fungsikan sebagai Access Point dan repeater, maka sangat disarankan untuk memilih router keluaran Mikrotik (meskipun mungkin dengan update terbaru brand lain juga dapat melakukannya) dengan RouterOS-nya yang sangat powerful. Kekurangannya adalah kita memerlukan pengetahuan khusus untuk melakukan konfigurasi pada router tersebut. Apabila kita menginginkan router yang mudah di konfiugrasi cukup dengan web browser bahkan dengan handphone saja dapat memilih router dari pabrikan yang sudah terkenal/atau yang supportnya dekat dengan kita.
  2. Jangkauan Signal (Coverage)
    Sebelum membeli Router/Access Point wifi, ada baiknya jika kita menggambarkan kebutuhan jangkauan sinyal wifi yang kita inginkan. Coba konsultasikan ke supplier untuk kebutuhan kita, lebih bagus lagi apabila dapat melakukan survey dan pengujian coverage dengan alat yang akan kita beli.
    Secara teori, jangkauan sinyal dipengaruhi oleh tiga faktor penting, yaitu:

    • TX Power adalah power maksimal yang dapat di pancarkan oleh chipset yang ada di dalam router wifi. Semakin besar TX power, maka semakin jauh jangkauan yang dapat di cover. Dengan satuan dBm.
    • Antena Gain adalah kemampuan antena untuk menguatkan sinyal yang di pancarkan atau pun di terima oleh router wireless. Semakin besar makin baik. Dengan satuan dBi.
    • RF sensitifitas adalah toleransi kemampuan minimal dari sebuah router wifi untuk menerima respon sinyal yang di pancarkan oleh device/gadget client wifi. Dengan satuan -dB (negatif decibel). Semakin kecil lebih baik (-98dB lebih kecil dari -95dB).
      Tentu saja semua power sinyal WiFi tsb akan semakin berkurang apabila ada penghalang (obstacle).
  3. Besar Throughput (Negotiation Rate)
    Kita perlu memperhatikan data rate maksimal yang ditawarkan oleh router  wifi yang akan kita beli, apakah dapat mengakomodir  kebutuhan perangkat kita dan mengikuti perkembangan standard kecepatan wifi. Untuk saat ini, teknologi wifi yang paling cepat adalah standard 802.11 AC dengan data rate maksimum yang bisa di dapat adalah 6,9 Gbps (menggunakan lebar pita 160 MHz dengan 8 chains), berikut adalah perbandingan mode wifi beserta kecepatannya:

    • 802.11a – menggunakan frekwensi 5 GHz dengan datarate maksimum 54 Mbps
    • 802.11b – menggunakan frekwensi 2,4 GHz, dengan datarate maksimum 11 Mbps
    • 802.11g – menggunakan frekwensi 2,4 GHz, dengan datarate maksimum 54 Mbps
    • 802.11n – menggunakan frekwensi 2,4 GHz dan / atau 5 GHz, dengan datarate maksimum 600 Mbps
    • 802.11AC – menggunakan frekwensi 2,4 GHz dan/atau 5 GHz, dengan datarate maksimum 6,9 Gbps
      Tentu saja kecepatan tersebut tergantung kesanggupan maksimal perangkat kita dalam menerima WiFi.
  4. Multiple Band dan Multiple Stream?
    Frekwensi dan lebar pita wifi pada awalnya hanya di frekwensi 2,4 GHz. Bisa di katakan dalam hal ini band pertama. Seiring kebutuhan dan perkembangan teknologi terbaru, transaksi data di frekwensi tersebut di anggap terlalu kecil dan sedikitnya alternatif pemilihan channel. Maka di kembangkanlah WiFi dengan memanfaatkan frekwensi 5 GHz.
    Selain pemanfaatan frekwensi baru untuk meningkatkan kapasitas wifi juga menggunakan teknologi multiple stream atau yang lebih dikenal dengan istilah MiMo (Multiple In Multiple Out), artinya jalur yang di gunakan untuk mengirim sinyal berbeda dengan jalur yang digunakan untuk menerima sinyal.
    Jadi kesimpulannya adalah pilihlah router dengan multiple band terbanyak (dualband ataupun triband) dan multiple stream terbanyak pula (Multi MiMo).
  5. Pastinya kualitas router bisa mempengaruhi harga. Router yang memiliki teknologi terbaru dan paling lengkap tentu memiliki harga yang lebih mahal. Bijaklah dalam memilih router sesuai kebutuhan.

Itulah tips-tips yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat yaaa…

Credit: Ali Putera, Hendra Chen, Timmie Maria

Google+
YouTube
Instagram

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *